Aspek
Keuangan
Aspek keuangan sangat diperlukan dalam rangka menilai tingkat
profitabilitas dimasa yang akan datang. Apalagi untuk investasi jangka panjang
yang memerlukan pendekatan present value didalam menilai kelayakan usaha dan
juga pertimbangan jangka waktu tingkat pengembalian biaya investasi atau pay
back period. Permasalahan keuangan akan semakin komplek mana kala faktor
inflasi dan time value of money dimasukkan sebagai asumsi yang akan berpengaruh
terhadap hasil penilaian aspek keuangan.
Secara garis besar
aspek keuangan akan membahas beberapa hal antara lain:
Kebutuhan
dan sumber dana investasi
Angsuran
pinjaman
proyeksi
penjualan dan biaya termasuk break event point
Analisis
capital budgeting sebagai dasar penilaian
Penyusunan
laporan keuangan beserta analisisnya
Komponen Biaya
Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus
dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. Menetapkan biaya produksi
berdasarkan pengertian tersebut memerlukan kecermatan karena ada yang mudah
diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulit diidentifikasikan dan
hitungannya. Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1. Bahan
baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadiB
2. Bahan-bahan
pembantu atau penolong
3. upah
tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur.
4. penyusutan
peralatan produksi
5. uang
modal, sewa
6. biaya
penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya
listrik, biaya keamanan dan asuransi
7. biaya
pemasaran seperti biaya iklan
8. pajak
Secara umum unsur
biaya tersebut dapat dibagi atas tiga komponen biaya, berikut :
1. komponen
biaya bahan, meliputi semua bahan yang berkaitan langsung dengan produksi.
2. komponen
biaya gaji/upah tenaga kerja
3. komponen
biaya umum (biaya over head pabrik) meliputi semua pengorbanan yang menunjang
terselenggaranya proses produksi.
Estimasi Biaya
Estimasi biaya adalah penghitungan kebutuhan biaya yang
diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan
persyaratan atau kontrak.
Dalam melakukan estimasi (perhitungan) biaya diperlukan:
Dalam melakukan estimasi (perhitungan) biaya diperlukan:
Pengetahuan
dan keterampilan teknis estimator, seperti membaca gambar, melakukan estimasi
(perhitungan), dll.
Personal
judgement berdasarkan pengalaman estimator.
Estimasi dibedakan
menjadi:
Estimasi
biaya konseptual
Estimasi
biaya detail
Penyusunan
Anggaran
Penyusunan anggaran adalah proses pengoperasionalan rencana
dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu
tertentu. Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara
kuantitatif dalam unit moneter untuk periode satu tahun.
Karakteristik Anggaran
:
1. Anggaran
mengestimasi tingkat laba potensial dari suatu unit usaha
2. Anggaran dinyatakan
dalam satuan keuangan, walaupun satuan keuangan tersebut dibantu dengan data
non keuangan (misal jumlah unit yang dijual atau diproduksi)
3. Anggaran umumnya
meliputi periode satu tahun
4. Anggaran merupakan
komitmen manajemen
5. Usulan anggaran
ditelaah dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari penyusun anggaran
6. Anggaran yang telah
disusun hanya dapat dirubah jika terjadi kondisi khusus
7. Secara periodic,
dilakukan analisis selisih antara anggaran dengan sesungguhnya dan dijelaskan
Kegunaan anggaran :
1. Memperjelas rencana
strategi
2. Membantu koordinasikan
kegiatan beberapa bagian dari suatu organisasi
3. Melimpahkan tanggung
jawab kepada manajer
4. Memperoleh kesepakatan
bahwa anggaran merupakan dasar penilaian kinerja manajer
Isi anggaran :
1. Anggaran pendapatan
2. Anggaran Biaya produksi
dan Biaya penjualan
3. Anggaran biaya
pemasaran
4. Anggaran Biaya
Adiministrasi dan Umum
5. Anggaran litbang
6. Anggaran lainnya :
anggaran modal, anggaran neraca, anggaran aliran kas
Proses
penyusunan anggaran :
1. Menerbitkan pedoman
penyusunan anggaran oleh staf anggaran yang disetujui manajer puncak
2. Membuat proposal
anggaran permulaan oleh masing2 manajer pusat pertanggungjawaban
3. Negosiasi, yaitu
mendiskusikan anggaran yang diusulkan
4. Slack, yaitu perbedaan
Karena menurunkan tingkat penjualan atau menaikkan biaya
5. Review dan persetujuan
oleh CEO/ Dewan direktur
6. Revisi anggaran, baik
secara sistematis maupun kondisi khusus
Teknik
kuantitatif dalam penyusunan anggaran :
1. Simulasi
2. Estimasi Probabilitas
3. Anggaran tak terduga
Cash Flow
Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar
dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan, dengan kata lain
adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran
kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu
selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami
dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan.
Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu
Pertama,
fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan
sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada
pengurangan investasi awal
Kedua,
fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada
daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
Ketiga,capital
growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan
jangka waktu relatif panjang..
Kriteria Investasi
Kriteria investasi ini sangat bermanfaat dalam melakukan
pengukuran manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh jika melakukan investasi
terhadap suatu usaha. Banyak orang yang menanggung rugi karena serampangan
dalam melakukan perhitungan atau bahkan tidak mengukur terlebih dahulu tingkat
viabilitas dan share profit sertamanagement risk-nya ketika ia
melakukan investasi.
Ada banyak kriteria
investasi yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat investasi, dimana
kriteria tersebut dapat membantu untuk melihat apakah investasi tersebut dapat
memungkinkan dan menguntungkan atau tidak. Perlu dijelaskan
bahwa kriteria investasi merupakan sebuah metode analisis yang
dipakai untuk memperhitungkan antar biaya yang dikeluarkan dengan
kemanfaatan yang akan diperoleh selama investasi tersebut dilakukan.
Pencatatan keuangan
Mengetahui
kondisi keuangan bisnis yang dijalankan.
1. Berapa
uang yang kita punya saat ini dari bisnis
2. Untung
atau rugi kah usaha ini, berapa nilai untung/ruginya
Mencegah
Bisnis Mati
1. Dengan mengetahui
kondisi keuangan, maka kita bisa melakukan pencegahan sedini mungkin.
2. Mengetahui
posisi uang kas-nya sudah minim. Jadi, misalnya ; tidak tambah beli stock
jualan dulu.
3. Banyak bisnis mati bukan
karena tidak ada penjualan tapi tidakada uang kas, untuk beli bahan baku dsb.
Sebagai
bahan/dasar dokumen untuk :
1. Melakukan proses
akuntansi
Jika nanti suatu saat
sudah memiliki sumber daya (uang dan personal) untuk melakukan pembukuan
akuntansi, maka sudah tersedia dokumennya untuk di pindahkan ke pembukuan
yang benar dan betul sesuai kaidah akuntansi.
2. Untuk kepentingan
perhitungaan pajak
Pajak
yang dibayarkan sesuai karena ada dokumennya.
3. Dokumen
pendukung untuk mengajukan dana
kredit
Jika mengajukan kredit
maka, maka dokumen keuangannya sudah siap atau tinggal di improve sedikit
lagi.
Komentar mengenai makalah diatas :
Berdasarkan dari penulisan diatas
dapat disimpulkan bahwa dalam keuangan bisnis memiliki banyak elemen yang
sangat kompleks dan saling terkait. Terlebih dalam penyusunan anggaran yang
memiliki beberapa langkah-langkah dan syarat-syarat yang harus jelas secara
menyeluruh. Penyusunan anggaran ini penting karna dapat memperjelas rencana strategi.
Dalam bisnis, selain aspek pemasaran yang menjadi hal penting lainnya adalah
aspek keuangan. Karna jika track keuangan jelas dalam suatu perusahaan, itu
dapat mencegah bisnis mati
Melalui pencatatan keuangan ketika suatu
perusahaan mengetahui keuangan kas-nya ada di masa krisis maka perusahaan akan
merubah strategi dengan memaksimalkan kualitas dan biaya yang sesuai. Perusahaan
juga akan mengetahui berapa pemasukan dan pengeluaran biaya untuk perusahaan
setiap bulannya bahkan setiap tahun dengan adanya pencatatan keuangan ini. Jadi,
intinya aspek keuangan sangat penting didalam bisnis.
Pengelolaan keuangan bisnis ini
menyimpan sejarah keuangaan yang akurat dan menyeimbangkan rekening bisnis
perusahaan. Dengan adanya aspek keuangan ini yang didalamnya terdapat beberapa
elemen penting pengelolaan keuangan berguna agar perusahaan tidak terlalu
banyak mengeluarkan uang dan tetap siap untuk segala pengeluaran yang memang
dibutuhkan. Aspek keuangan ini mempengaruhi semua aspek bisnis. Karna ketika
dalam perusahaan memiliki aspek lain yang bagus sedangkan aspek keuangan buruk,
maka besar kemungkinan perusahaan akan mengalami kegagalan. Jadi, intinya aspek
keuangan sangat penting didalam bisnis.
Sumber : https://www.academia.edu/23556440/Konsep_Pemasaran_dan_Aspek_Keuangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar