Rabu, 21 November 2018

Aspek Keuangan Pengantar Bisnis Informatika


Aspek Keuangan

Aspek keuangan sangat diperlukan dalam rangka menilai tingkat profitabilitas dimasa yang akan datang. Apalagi untuk investasi jangka panjang yang memerlukan pendekatan present value didalam menilai kelayakan usaha dan juga pertimbangan jangka waktu tingkat pengembalian biaya investasi atau pay back period.  Permasalahan keuangan akan semakin komplek mana kala faktor inflasi dan time value of money dimasukkan sebagai asumsi yang akan berpengaruh terhadap hasil penilaian aspek keuangan.
Secara garis besar aspek keuangan akan membahas beberapa hal antara lain:
  Kebutuhan dan sumber dana investasi
  Angsuran pinjaman
  proyeksi penjualan dan biaya termasuk break event point
  Analisis capital budgeting sebagai dasar penilaian
  Penyusunan laporan keuangan beserta analisisnya
Komponen Biaya
Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. Menetapkan biaya produksi berdasarkan pengertian tersebut memerlukan kecermatan karena ada yang mudah diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulit diidentifikasikan dan hitungannya. Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1.       Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadiB
2.       Bahan-bahan pembantu atau penolong
3.       upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur.
4.       penyusutan peralatan produksi
5.       uang modal, sewa
6.       biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi
7.       biaya pemasaran seperti biaya iklan
8.       pajak
Secara umum unsur biaya tersebut dapat dibagi atas tiga komponen biaya, berikut :
1.       komponen biaya bahan, meliputi semua bahan yang berkaitan langsung dengan produksi.
2.        komponen biaya gaji/upah tenaga kerja
3.       komponen biaya umum (biaya over head pabrik) meliputi semua pengorbanan yang menunjang terselenggaranya proses produksi.
Estimasi Biaya
Estimasi biaya adalah penghitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan persyaratan atau kontrak.
Dalam melakukan estimasi (perhitungan) biaya diperlukan:
         Pengetahuan dan keterampilan teknis estimator, seperti membaca gambar, melakukan estimasi (perhitungan), dll.
         Personal judgement berdasarkan pengalaman estimator.
Estimasi dibedakan menjadi:
        Estimasi biaya konseptual
        Estimasi biaya detail
 Penyusunan Anggaran
Penyusunan anggaran adalah proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu. Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif dalam unit moneter untuk periode satu tahun.
Karakteristik Anggaran :
1.     Anggaran mengestimasi  tingkat laba potensial dari suatu unit usaha
2.     Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan, walaupun satuan keuangan tersebut dibantu dengan data non keuangan (misal jumlah unit yang dijual atau diproduksi)
3.     Anggaran umumnya meliputi periode satu tahun
4.     Anggaran merupakan komitmen manajemen
5.     Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari penyusun anggaran
6.     Anggaran yang telah disusun hanya dapat dirubah jika terjadi kondisi khusus
7.     Secara periodic, dilakukan analisis selisih antara anggaran dengan sesungguhnya dan dijelaskan

Kegunaan anggaran :
1.     Memperjelas rencana strategi
2.     Membantu koordinasikan kegiatan beberapa  bagian dari suatu organisasi
3.     Melimpahkan tanggung jawab kepada manajer
4.     Memperoleh kesepakatan bahwa anggaran merupakan dasar penilaian kinerja manajer

Isi anggaran :
1.     Anggaran pendapatan
2.     Anggaran Biaya produksi dan Biaya penjualan
3.     Anggaran biaya pemasaran
4.     Anggaran Biaya Adiministrasi dan Umum
5.     Anggaran litbang
6.     Anggaran lainnya : anggaran modal, anggaran neraca, anggaran aliran kas

Proses penyusunan anggaran :
1.     Menerbitkan pedoman penyusunan anggaran oleh staf anggaran yang disetujui manajer puncak
2.     Membuat proposal anggaran permulaan oleh masing2 manajer pusat pertanggungjawaban
3.     Negosiasi, yaitu mendiskusikan anggaran yang diusulkan
4.     Slack, yaitu perbedaan Karena menurunkan tingkat penjualan atau menaikkan  biaya
5.     Review dan persetujuan oleh CEO/ Dewan direktur
6.     Revisi anggaran, baik secara sistematis maupun kondisi khusus

Teknik kuantitatif dalam penyusunan anggaran :
1.     Simulasi
2.     Estimasi Probabilitas
3.     Anggaran tak terduga

Cash Flow
Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan, dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu
     Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal
     Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
     Ketiga,capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang..
Kriteria Investasi
Kriteria investasi ini sangat bermanfaat dalam melakukan pengukuran manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh jika melakukan investasi terhadap suatu usaha. Banyak orang yang menanggung rugi karena serampangan dalam melakukan perhitungan atau bahkan tidak mengukur terlebih dahulu tingkat viabilitas dan share profit sertamanagement risk-nya ketika ia melakukan investasi.
Ada banyak kriteria investasi yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat investasi, dimana kriteria tersebut dapat membantu untuk melihat apakah investasi tersebut dapat memungkinkan dan menguntungkan atau tidak. Perlu dijelaskan bahwa kriteria investasi merupakan sebuah metode analisis yang dipakai untuk memperhitungkan antar biaya yang dikeluarkan dengan kemanfaatan yang akan diperoleh selama investasi tersebut dilakukan.
Pencatatan keuangan
   Mengetahui kondisi keuangan bisnis yang dijalankan.
1.   Berapa uang yang kita punya saat ini dari bisnis
2.   Untung atau rugi kah usaha ini, berapa nilai untung/ruginya


   Mencegah Bisnis Mati
1.   Dengan mengetahui kondisi keuangan, maka kita bisa melakukan pencegahan sedini mungkin.
2.   Mengetahui posisi uang kas-nya sudah minim. Jadi, misalnya ; tidak tambah beli stock jualan dulu.
3.   Banyak bisnis mati bukan karena tidak ada penjualan tapi tidakada uang kas, untuk beli bahan baku dsb.
    Sebagai bahan/dasar dokumen untuk :
1.   Melakukan proses akuntansi
Jika nanti suatu saat sudah memiliki sumber daya (uang dan personal) untuk melakukan pembukuan akuntansi, maka sudah tersedia dokumennya untuk di pindahkan ke pembukuan yang benar dan betul sesuai kaidah akuntansi.
2.   Untuk kepentingan perhitungaan pajak
      Pajak yang dibayarkan sesuai karena ada dokumennya.
3.   Dokumen pendukung untuk mengajukan dana kredit                                                    
Jika mengajukan kredit maka, maka dokumen keuangannya sudah siap atau tinggal di improve sedikit lagi.



Komentar mengenai makalah diatas :
Berdasarkan dari penulisan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam keuangan bisnis memiliki banyak elemen yang sangat kompleks dan saling terkait. Terlebih dalam penyusunan anggaran yang memiliki beberapa langkah-langkah dan syarat-syarat yang harus jelas secara menyeluruh. Penyusunan anggaran ini penting karna dapat memperjelas rencana strategi. Dalam bisnis, selain aspek pemasaran yang menjadi hal penting lainnya adalah aspek keuangan. Karna jika track keuangan jelas dalam suatu perusahaan, itu dapat mencegah bisnis mati
Melalui pencatatan keuangan ketika suatu perusahaan mengetahui keuangan kas-nya ada di masa krisis maka perusahaan akan merubah strategi dengan memaksimalkan kualitas dan biaya yang sesuai. Perusahaan juga akan mengetahui berapa pemasukan dan pengeluaran biaya untuk perusahaan setiap bulannya bahkan setiap tahun dengan adanya pencatatan keuangan ini. Jadi, intinya aspek keuangan sangat penting didalam bisnis.
Pengelolaan keuangan bisnis ini menyimpan sejarah keuangaan yang akurat dan menyeimbangkan rekening bisnis perusahaan. Dengan adanya aspek keuangan ini yang didalamnya terdapat beberapa elemen penting pengelolaan keuangan berguna agar perusahaan tidak terlalu banyak mengeluarkan uang dan tetap siap untuk segala pengeluaran yang memang dibutuhkan. Aspek keuangan ini mempengaruhi semua aspek bisnis. Karna ketika dalam perusahaan memiliki aspek lain yang bagus sedangkan aspek keuangan buruk, maka besar kemungkinan perusahaan akan mengalami kegagalan. Jadi, intinya aspek keuangan sangat penting didalam bisnis.

Sumber : https://www.academia.edu/23556440/Konsep_Pemasaran_dan_Aspek_Keuangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Journal : PERANCANGAN TEKNOLOGI CLOUD UNTUK PENJUALAN ONLINE KAIN SONGKET PALEMBANG

PERANCANGAN TEKNOLOGI CLOUD UNTUK PENJUALAN ONLINE KAIN SONGKET PALEMBANG Nama Kelompok: Aris Candra (51415015) Nadya Putr...